Senin, 04 Januari 2010

Membaca Wacana Bahasa Inggris = Memperkaya Kosa Kata

Menurut Peter F. Drucker dalam Dadi Permadi (vii :2001), abad sekarang adalah abad masyarakat berbasis pengetahuan ( Knowlegde Society ). Yang memiliki makna bahwa orang yang tidak kreatif dan cerdas berarti tergilas, tidak terdidik dan memberdayakan berarti tidak dihargai, dan tidak belajar dan berfikir berarti tersingkir. Mengapa demikian? Karena ini merupakan era globalisasi. Salah satu karakteristik dari globalisasi adalah adanya hiperkompetisi. Hiperkompetisi menuntut adanya sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, serta memiliki kompetisi keilmuan yang memadai.
Dengan adanya fakta tersebut, sudah menjadi keharusan bagi kita untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi persaingan ketat ini. Dalam hal ini, diperlukan keseimbangan antara pengetahuan dan life skill. Keseimbangan ini diperlukan karena globalisasi juga memiliki makna bahwa kita tidak hanya bersaing dengan sesama warga Indonesia tetapi jua dengan warga di seluruh dunia. Oleh karena itu, bahasa Inggris kemudian menjadi prioritas utama. Hal ini disebabkan karena bahasa Inggris merupakan bahasa universal yang digunakan oleh seluruh masyarakat dunia untuk berkomunikasi. Apabila kita berada di Negara asing, bahasa Inggris adalah bahasa yang akan kita pakai untuk berkomunikasi karena bahasa Inggris merupakan bahasa global dan juga dipelajari oleh seluruh dunia.
Sebagian besar orang sangat mengetahui dan juga mengerti akan pentingnya bahasa Inggris. Namun pada kenyataannya, tidak sedikit orang, khususnya warga negara Indonesia yang mengalami kesulitan dalam belajar dan berbicara bahasa Inggris. Kurangnya pembendaharaan kata menjadi faktor utama seseorang sulit memahami dan mengungkapkan apa yang mereka maksudkan. Maka dari itu, sangat diperlukan proses atau langkah kongkrit untuk mengatasi masalah tersebut. Dan langkah yang paling efektif untuk memperkaya kosa kata Bahasa Inggris adalah dengan cara banyak membaca wacana yang menggunakan bahasa Inggris. Dengan membaca wacana bahasa Inggris, tidak hanya pengetahuan saja yang didapat; melainkan juga dapat memperkaya kosa kata bahasa Inggris kita yang nantinya akan sangat menunjang dalam meningkatkan kemampuan bahasa Inggris yang kita miliki.

Pengertian Membaca
Menurut Hodgson ( 1960:43-44) dalam Henry Guntur Tarigan (1986:7) menyatakan,

Membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata atau bahasa tulis. Suatu proses yang menuntut agar kelompok kata yang merupakan suatu kesatuan akan terlihat dalam suatu pandangan sekilas, dan agar makna kata-kata secara individual akan dapat diketahui. Kalau hal ini tidak terpenuhi, maka pesan yang tersurat dan yang tersirat tidak akan terungkap atau dipahami dan proses membaca itu tidak terlaksana dengan baik.

Dari pengertian diatas, dapat diketahui bahwa membaca tidak hanya melihat lambang-lambang atau symbol yang ada pada wacana akan tetapi juga mengungkap dan memahami makna yang terkandung dan pesan-pesan yang hendak disampaikan oleh Penulis. Hal ini dimaksudkan agar kita mampu menginterpretasikan makna tersebut dengan baik dan tepat. Sehingga tidak menyimpang atau bahkan bertentangan dengan apa yang dibicarakan oleh Penulis.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa reading adalah bringing meaning to and getting meaning from printed or written material, memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung di dalam bahan tertulis ( Finochiaro and Bonomo 1973:119) dalam Henry Guntur Tarigan (1986:8)



Tujuan Membaca
Menurut Henry Guntur Tarigan (1986:9) menyatakan,

Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami bacaan, makna, arti (meaning) erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan atau intensis kita dalam membaca.

Dalam pemaparan tersebut, jelas bahwa pemahaman makna, isi, informasi dan hal lainnya merupakan tujuan utama dari membaca. Pembaca diharapkan dapat memahami, menyaring dan mengimplementasikan suatu wacana dengan baik dan yang paling utama adalah pemaknaan yang dilakukan tidak bertentangan dengan maksud dan tujuan sebenarnya yang ingin disampaikan oleh Penulis.

Kaitan antara Membaca Wacana Bahasa Inggris dengan Bertambahnya Kosa Kata
Era globalisasi menuntut setiap orang untuk mengikuti “aturan mainnya”. Dan bahasa Inggris merupakan salah satu syarat yang penting yang harus dipenuhi. Banyak orang yang meyakini bahwa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris merupakan hal yang sulit untuk dilakukan. Padahal, pada kenyatannya kemampuan bahasa Inggris dapat ditingkatkan dengan mudah karena kesemuanya itu bergantung kepada usaha dan kemauan kita. Sesungguhnya, otak kita memiliki potensi untuk dikembangkan dan diarahkan kepada hal yang lebih baik. Hal ini di ungkapkan oleh Dadi Permadi dan Sufyan Ramdani (2001:16) menyatakan,

The Brain is a growing changing organ. Its capabilities and vitality dependent to a large degree on how you nourish and treat it. Thus, you can dramatically influence your brain’s functioning and your own desting. The long-neglected brain is now being exposed to intense biological scrutiny and the news is good for all of us.

Otak merupakan organ tubuh yang mampu tumbuh dan mengalami berbagai perubahan. Kekuatan dan kemampuannya sangat tergantung pada bagaimana manusia mampu memelihara dan membangun kekuatannya.

Jelaslah, bahwa kemampuan bahasa Inggris kita dapat ditingkatkan. Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah metode atau cara yang efektif yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris tersebut. Dan cara yang paling efektif adalah memperbanyak membaca wacana yang menggunakan bahasa Inggris. Mengapa membaca wacana bahasa Inggris? Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa membaca adalah memahami dan memetik makna atau arti yang terkandung didalam bahan tertulis yang bertujuan untuk mendapatkan informasi, maksud dan pesan penulis kepada pembaca. Ketika kita ingin memahami dan mendapatkan informasi yang sebenar-benarnya dari suatu wacana, maka yang pertama sekali harus kita mengerti adalah kata per kata dari wacana tersebut.
Pada umumnya, tidak semua kosa kata dalam wacana bahasa Inggris tersebut dapat dimengerti secara langsung. Selalu ada kata-kata yang sulit dimengerti bahkan baru pertama kali kita dengar. Biasanya orang akan merasa kesulitan untuk memahaminya dan akhirnya mereka menyerah. Hal ini disebabkan oleh cara yang mereka gunakan kurang tepat. Namun, dengan membaca wacana bahasa Inggris, selain membantu mengingatkan kita pada kata-kata yanga telah kita ketahui sebelumnya, juga menambah hasanah kosa kata kita. Karena, ketika orang merasa kesulitan dan disisi lain mereka perlu untuk memahami makna kata tersebut, seseorang berusaha untuk mencari arti dari kata tersebut. Proses ini dilakukan dengan cara mencarinya di kamus bahasa Inggris atau bertanya kepada orang yang mengetahuinya. Dari proses inilah, tanpa kita sadari bahwa kosa kata kita telah bertambah dan otak membantu menyimpannya di dalam sel-sel otak yang dinamakan Sinapsis. Menurut Dadi Permadi dan Sufyan Ramadhany (2001:38) menyatakan,

Sinapsis merupakan celah antara akson dari satu sel dengan dendrit pada sel lainnya. Sinapsis merupakan bagian yang sangat penting. Sinapsis inilah yang akan menentukan tingkat efektivitas dan daya ingat seseorang, kemampuan nalar atau logika, kreativitas, tingkat persepsi, koordinasi gerakan-gerakan tubuh dan sebagainya.

Dengan kata lain kekutan otak ( Brain Power) itu tergantung kepada jumlah dan kualitas sinapsis yang terbentuk melalui proses belajar. Dan membaca, merupakan suatu proses belajar yang efektif. Ketika kita membaca, kita berusaha untuk memahami isi daripada wacana tersebut. Dan untuk itulah, kita mengartikan terlebih dahulu kata per katanya agar mampu memahami keseluruhannya. Pada saat itulah sel-sel sinapsis ini akan bekerja dan menyimpan data atau kata yang telah kita cari dan akhirnya kita temukan.


Prof. Peter Kouzmich Anokhin dari Moskawa University pernah mengungkapkan penelitiannya dalam Dadi Permadi (39 :2001 )bahwa setiap sel otak memiliki kemampuan untuk berhubungan dengan 280-15.000 sel lainnya dalam waktu yang sangat cepat dan bersamaan. Kecepatan (v) interaksi antarsel adalah 1/150 detik. Maka jika setiap hari kita membiasakan diri membaca, membuat Sinapsis kita bekerja dengan 280 neuron dan memberikan stimulus kepada 1 milyar sel otak kita untuk menyimpan data atau kata yang kit abaca.
Dari hal itu dapat dibayangkan jika kita banyak membaca wacana bahasa Inggris, berapa banyak kosa kata baru dan juga pemantapan kosa kata yang telah kita ketahui sebelumnya akan kita dapatkan dan akan memberikan kontribusinya dalam peningkatan kemampuan bahasa Inggris kita.


Referensi
Tarigan, H.G.1986.Membaca, Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa

Ramadhany, Sufyan dan Permadi, Dadi. 2001. Bagaimana Mengembangkan Kecerdasan?, Metode Baru untuk Mengoptimalkan Fungsi Otak Manusia. Bandung: PT Sarana Panca Karya Nusa.

Lie, Anita. 2007. Cooperative Learning. Jakarta: Grasindo.

oleh : Indri Eka Pertiwi 0900213

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar